Kamis, 23 Juli 2015

Perjalanan Tracking di Ujung Kulon


PERJALANAN TRACKING DI UJUNG KULON

Perjalanan ini terjadi karena penasaran akan keberadaan hewan langka yaitu Badak Jawa Bercula satu. Ada juga alasan lain yaitu kita ingin melihat keindahan pantai di pesisir ujung kulon. Kita memilih hari saat lebaran untuk memanfaatkan jalanan jakarta yang sepi.

Saat itu hari jumat tanggal 17 juli 2015, hari itu sangat cerah udara terasa kering dan tidak ada tanda-tanda akan terjadinya hujan, malam hari nya atau sekitar pukul 01.00 dini hari, Kita mulai berangkat dari Rawamangun Jakarta Timur. Peserta terdiri atas 9 pemuda, semuanya lulusan dari kampus teknik yang sama di surakarta. Semuanya sudah bekerja dan sudah dapat mencari uang sendiri.

Perjalanan menggunakan jalan darat dan ditempuh dengan bermodalkan 2 mobil kantoran AVANZA warna silver. Jalan menuju ujung kulon cukup mudah, cukup menuju ke arah serang, keluar tol lewat gerbang tol serang barat,lalu tinggal ikuti arah pada gps. Perjalanan sampai di ujung kulon memakan waktu sekitar 13 jam.

PETA UJUNG KULON

Saat Hari Jumat Pagi Pukul 06.00 wib kita berhenti sejenak untuk melaksanakan Sholat ied dahulu di sebuah desa ditengah perjalanan, untuk merayakan hari idulfitri 1 Syawal 1436 Hijrah. Pagi itu cuaca atmosfir terasa sejuk agak dingin dengan langit agak berawan, di depan kampung itu terdapat sebuah tempat penginapan dengan desain rumah banten yang mewah dengan dikelilingi kolam ikan di sekitarnya. Tak lama kemudian datanglah para penduduk desa untuk melakukan sholat ied bersama.

Penginapan mewah model bangunan khas Banten

Berulangkali saya amati trend didaerah sekitar ujung kulon penduduk desa akan mencopoti body motor apabila motor udah terkesan tua, seperti honda grand, motor 80an, sehingga motor akan sulit dikenali karena hanya terlihat rangkanya saja alias Berondholan, bahkan lampu pun tiada. Mungkin mereka malu atau gengsi dengan motor lama. Mereka akan bangga ketika memakai motor keluaran terbaru, body motor masih terpasang utuh.

Untuk menuju Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), sebagian perjalanan mesti dilalui di atas permukaan jalan yang rusak. Hal itu terutama saat memasuki Desa Cigarondong, Kecamatan Sumur, Pandeglang, yang tinggal sekitar 5 kilometer menjelang tujuan. kondisi jalan tidak beraspal, hanya berupa tanah menyebabkan jalan tidak merata sama sekali, mungkin ini yang dimaksud pada lagu si komo "Pembangunan tidak Merata", lubang di mana2 kecepatan mobil mungkin cuman 15 km perjam, lebih cepat orang berjalan. Berulang kali mobil kita terperosok pada lubang sehingga penumpang harus turun untuk mengurangi beban.
           
SABANA SEKITAR JALAN

JOSSS

MEDAN OFFROAD, COCOK UNTUK KLX atau JEEP

HARUS ADA YANG NGAWASIN DARI LUAR BIAR TIDAK KEJEGLONG LUBANG
MEJENG DI JEMBATAN

VIEW LAUT DARI JEMBATAN

VIEW SUNGAI DARI JEMBATAN

PANTAI DEKAT PULAU UMANG

JEMBATAN DAN AVANZA

PULAU UMANG (yang di sebelah kanan)

NARSIS SEJENAK
I WILL BE BACK 

LANJUT JALAN KEBURU SORE

Setelah melalui medan yang cukup berat, jembatan, dan pesisir pantai yang indah. Maka sampailah kita ke desa tempat pintu masuk Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK)
          
WELCOME TO UK  UJUNG KULON


Kita pun sampai di daerah pos penjagaan Cilintang. Kita beristirahat dibawah pohon, diatas rumput yang sejuk sebelum melakukan Tracking di TNUK. Ternyata banyak juga pemuda pemudi lokal yang berkunjung di sini untuk sekedar piknik di pantai dekat sekitar pos jaga Cilintang. Kebanyakan Anak2 SMP SMA yang masih Alay dan suka nongkrong.

IAM READY  

NONGKRONG DIATAS RUMPUT

POS JAGA CILINTANG


Di pos jaga ini ada dua penjaga yang terlihat malas, dua duanya tidur semua mugkin mereka habis begadang atau jaga malam. Setelah bercakap cakap untuk minta ijin masuk hutan ternyata kita dilarang masuk, karena kita belum memiliki surat perijinan masuk hutan. Oleh karena itu kita disuruh minta ijin dulu di kantor pusat TNUK. Lokasinya cukup jauh dari pos jaga sini, yaitu di daerah desa sumur (Lihat Peta diatas). Biaya untuk perijinan per orang hanya 8000, untuk sewa guide 50000. Untuk mengirit biaya kita tidak menyewa guide. Tapi kita diberi peta Tracking untuk sampai ke pantai mimpi yaitu Karang Ranjang (lihat peta di atas).

Perjalanan Tracking ini saya ceritakan dengan foto foto dibawah ini
JALAN AWAL LEWAT PESISIR PANTAI

           

CUACA SUNGGUH PANAS
JEMBATAN BAMBU

MEJENG DI TENGAH HUTAN, AWAS ADA BADAK

CAHAYA APAAN TUH

KUBERKATILAH KALIAN
MENDAPATKAN KEKUATAN SUPER

Setelah bermalam, pagi - pagi kita berlanjut ke arah  Pantai Karang Ranjang


HALAMAN PANTAI KARANG RANJANG
 
PANTAI KARANG RANJANG


AKAN KUCARI DIRIMU DIANTARA PASIR INI

INDAHNYA SUNSET SUNSET


Dewa Matahari (PIRAMIDA TERPANCUNG)


            Demikianlah ulasan saya, semoga cerita kita membawa inspirasi.  Keindahan bumi nusantara kita ini sangatlah komplet,  masih banyak tempat - tempat awesome di nusantara ini. Cobalah lakukan perjalanan anda sendiri ke tempat yang ingin dikunjungi, pasti akan banyak hal yang akan menjadi memori berkesan sepanjang hidup. Terima kasih telah membaca blog saya. Jangan lupa comment, keluarkanlah isi dalam kepalamu. Karena tak ada yang beda di bawah matahari.

Keyword : Ujung Kulon, Berwisata ke Ujung Kulon, Pantai di Ujung Kulon, Tracking di Ujung Kulon, Jalan menuju Ujung Kulon, Cara memasuki area Ujung Kulon, Camping di Ujung Kulon, kemping di Ujung Kulon, Bermalam di Ujung Kulon, badak di Ujung Kulon.

2 komentar:

Jum Rahadiantono mengatakan...

Kisah yang menarik... Ditunggu kisah2 berikutnya... Salam satu aspal...

Unknown mengatakan...

Mantap
Ketemu badak nya ga?